Navigasi Krisis Spiritual di Era VUCA: Reorientasi Epistemologi Sufisme Kontemporer terhadap Pergeseran Nilai Sosial
Keywords:
Krisis Spiritual, Epistemologi Sufisme, Nilai SosialAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan reorientasi epistemologi sufisme kontemporer sebagai kompas navigasi sosial-spiritual dalam menghadapi pergeseran nilai di era VUCA. Fenomena modernitas saat ini memicu krisis eksistensial akut berupa kerapuhan ruhani, kedangkalan moral, dan kecanduan validasi digital akibat hilangnya jangkar transendental dalam struktur masyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam kajian ini adalah kualitatif deskriptif-analitis dengan jenis studi kepustakaan dan fenomenologi kritis terhadap dinamika sosial kontemporer. Hasil penelitian menemukan bahwa konsep "Kompas Sufi" terbukti efektif memulihkan kerapuhan jiwa manusia modern dari jebakan kehampaan eksistensial. Nilai sabar berhasil diredefinisi menjadi instrumen resiliensi kognitif dan regulasi emosi aktif dalam menyaring arus disrupsi informasi yang fluktuatif. Selanjutnya, aktualisasi nilai syukur bertransformasi sebagai metode detoksifikasi mental yang meruntuhkan standar kebahagiaan semu kapitalisme digital. Nilai tawakal juga direaktualisasikan sebagai strategi koping teologis yang antisipatif sekaligus jangkar psikologis yang tangguh saat menghadapi ketidakpastian masa depan. Transformasi ketiga nilai esoterik Islam ini secara radikal membedakan diri dari model self-help sekuler karena menempatkan kembali Tuhan sebagai pusat kesadaran batin. Riset selanjutnya direkomendasikan untuk mengembangkan instrumen psikometrik kuantitatif guna menguji efektivitas klinis model Kompas Sufi ini secara eksperimental di berbagai klaster masyarakat.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Holid Batsal, Rizka Dwi Nur Azizah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
