Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Berbasis Identitas Kesantrian dalam Moderasi Islam Pesantren
Keywords:
Nilai-Nilai Pendidikan Islam, Identitas Kesantrian, Moderasi IslamAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam berbasis identitas santri. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana pesantren menerjemahkan nilai-nilai keagamaan dan moral yang abstrak menjadi perilaku nyata yang terinternalisasi di kalangan santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan santri, pengasuh, dan pengelola pesantren. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola dan kategori terkait internalisasi nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas santri dioperasionalisasikan melalui Sahlul Khuluq wa Tasharruf, Nashirud Dhalim wa Madhlum, Tariku Dzunub wal Atsam, Raahimu Du’afa’ wa Mustad’afin, dan Yasirul Qiil wan Qaal. Nilai-nilai ini diinternalisasi untuk membentuk sikap toleransi, anti-diskriminasi, komitmen kebangsaan, dan praktik berbasis kearifan lokal. Proses internalisasi membentuk disiplin moral, empati sosial, komunikasi etis, dan tanggung jawab dalam kegiatan sehari-hari. Integrasi pendidikan agama dengan budaya lokal memperkuat standar etika individu dan kolektif. Secara keseluruhan, internalisasi ini membentuk santri sebagai agen moderasi Islam. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas lokasi dan menggunakan studi longitudinal untuk menilai dampak jangka panjang internalisasi nilai.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Asia Anis Sulalah, Akhmad Ghasi Pathollah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






