Problem Epistemologis Pengembangan Keilmuan Pesantren Berbasis Kitab Kuning
Keywords:
Problem Epistemologis, Keilmuan Pesantren, Kitab KuningAbstract
Pengembangan keilmuan pesantren berbasis kitab kuning menghadapi tantangan epistemologis yang kompleks, terutama dalam kaitannya dengan keberlanjutan tradisi keilmuan klasik dalam keilmuan kontemporer dan kontektualisasinya dengan modernisasi. Hal ini secara spesifik menyiratkan sebuah kebutuhan untuk menjaga autentisitas dan relevansi kitab kuning sebagai sumber ilmu sambil menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Fokus dari artikel ini adalah bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dengan pendekatan ilmiah kontemporer tanpa kehilangan esensi keilmuan pesantren. Selain itu, kurangnya kajian mendalam mengenai proses epistemologis dalam pengembangan keilmuan berbasis kitab kuning yang mampu menjawab tantangan zaman menjadi alasan signifikansi dari kajian ini dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, melalui analisis deskriptif terhadap literatur primer dan ditunjang dengan dokumen sekunder kemudian analisi isi terhadap keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan keilmuan pesantren berbasis kitab kuning memerlukan pendekatan integratif yang menggabungkan metodologi tradisional dan modern, serta pemberdayaan sumber daya manusia yang kompeten dan inovatif. Hal ini berarti penguatan epistemologi keilmuan harus dilakukan melalui revitalisasi metodologi pengajaran dan pengembangan kurikulum berbasis nilai-nilai kitab kuning yang kontekstual. Adapun penelitian selanjutnya yang bisa dilakukan adalah pengembangan model pengajaran dan kurikulum yang mampu menjembatani antara tradisi dan inovasi, serta evaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas keilmuan pesantren secara berkelanjutan.






